ü
Tema = Semangat Nasionalis
ü
Jalan Cerita =
Maju
ü
Pesan =
·
menggugah hati bahwa masih ada saudara
sebangsa yang tinggal di daerah perbatasan dan membutuhkan
perhatian.
·
untuk mengukur kembali rasa kecintaan kepada
Indonesia dengan nilai-nilai persaudaraan dan persahabatan serta perjuangan.
ü
Tokoh penokohan -
Alexandra Dahlan (Tatlana) : sabar,tegar
.
- Asrul Dahlan (Abu bakar) : Baik, selalu membantu
-
Gryfit patrida (Merry) : Cerdas, Keras kepala
-
Yahuda Rumbidi ( Carla ) : Jahil
-
Lukman Sardi (Lukman ) : Baik
-
Robby Tumewu ( Koh ipan) : Baik
-
essa Kaurang ( Cit Iren ) : Baik
Film yang disutradara oleh Ari Sihasale ini
menceritakan tentang kejadian Timor Leste melepaskan diri dari pelukan NKRI.
Tatiana dan Merry (anak kedua Tatiana) harus berpisah dengan Mauro (anak
pertama Tatiana). Mauro dan Pamannya tetap tinggal di Timor Leste sementara itu
Tatiana dan Merry tinggal di kampung pengungsian di Kupang, NTT.
Tatiana mengajar sekolah darurat di kampung
pengungsian. Merry juga menjadi murid disana. Di sekolah itu ada seorang anak
laki-laki yang jail bernama Carlo. Carlo sering mengerjai Merry. Hari demi hari
berlalu membuat Merry kangen dengan kakaknya itu. Di rumahnya, Merry memakaikan
baju kakaknya ke bantal dan mengajak ngobrol bantal itu agar rasa kangen Merry
sedikit terobati.
Akhirnya pada suatu hari Tatiana mendapat informasi
bahwa ia dapat bertemu dengan Mauro anak laki-lakinya di perbatasan. Merry yang
tau informasi itu juga ingin sekali ke perbatasan untuk bertemu dengan kakaknya
tetapi jarak kampung menuju perbatasan sangat jauh.
Merry
yang sudah sangat kangen dengan kakaknya akhirnya memutuskan untuk nekat pergi
ke perbatasan sendirian. Tatiana pun khawatir dan Abu Bakar menyuruh Carlo
untuk menyusul Merry. Di tengah perjalanan akhirnya Carlo dapat menemukan
Merry. Setelah berdebat panjang menyuruh Merry untuk pulang Carlo mengalah dan
ia menemani Merry pergi ke perbatasan. Setelah melewati perjalanan yang panjang
akhirnya mereka sampai di perbatasan. Sesampainya disana Merry langsung mencari
kakaknya. Setelah lama mencari akhirnya Merry dapat bertemu Mauro kakaknya.
Merry sangat gembira sampai dia menangis dan disaat itu juga muncul Tatiana
yang diantar ke perbatasan oleh Abu Bakar. Akhirnya mereka semua dapat
dipertemukan kembali.
ü
Sutradara
à
Ari sihasalle
ü
Inti Cerita
à
Kisah seorang yang berjuang untuk menegakkan, memperjuangkan kemerdekaan.
ü
Orientasi
à
Tanah air beta adalah sebuah film yang menceritakan
kisah kehidupan dan perjuangan remaja di Timor Leste yang dililit kemiskinan.
Beberapa remaja yang berjuang untuk mewujudkan persatuan dengan kerja keras.
Beberapa tokoh yang berperan dalam film diantaranya Alexandra, Asrul dahlan,
Griffit, Tessa, Lukman sandi dan Robby tumewu
ü Tafsiran
à
Kisah ini terjadi pasca Referendum
tanggal 30 Agustus 1999, 11 tahun lalu, yang berdampak pengungsian warga Timor -
Timur (eks NKRI), yang memilih tinggal di tanah airnya, Indonesia. Ratusan ribu
pengungsi dengan kondisi dan situasi yang memprihatinkan, menyedihkan terpaksa
tinggal di sebuah kamp pengungsian, di daerah Tuapukan dan Uabelo, Nusa
Tenggara Timur (NTT)
ü
Evaluasi à
Intensitas film ini tidak terasa peningkatannya sampai
pada klimaks, dan alam Pulau Timor yang bercirikan karang dan padang savannah
tersaji apik dengan sudut pengambilan gambar yang memukau. Tema yang diangkat
membuka mata banyak orang akan keberadaan para pengungsi asal Timor Leste yang
memilih untuk tetap bertahan di Indonesia dan bergabung dengan NKRI.
ü
Rangkuman à
Dalam film yang
berjudul tanah air beta ini untuk ditonton bagi remaja. Karena, dalam film ini
menceritakan perpisahan Timor Leste terhadap NKRI dan menceritakan betapa besar
kasih saying terhadap keluarganya hingga ia rela berjuang agar bertemu
keluarganya. Cerita ini begitu memotivasi kita dan bisa menumbuhkan rasa
semangat nasionalisme pembaca maupun penontonnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar